KAUM BURUH BUTUH SERIKAT BURUH YANG MEMIHAK BURUH

Kita ketahui dan kita pahami, bahwa dimana ada kaum penjajah maka di situ ada pihak terjajah, dimana ada kaum penindas maka disitupun ada kaum tertindas. Kondisi semacam inilah yang melahirkan gejala pertentangan dan perlawanan. Ketika bendera ketidak adilan berkibar tinggi di langit “Dunia perburuhan”maka ini merupakan gejala buruk yang akan memancing angin perlawanan terhadap kondisi timpang ketidak adilan itu. Ketika sebuah perusahaan melakukan praktek pembodohan terhadap buruhnya, melalui sistem manajemen kapitalis yang menempatkan buruh, hanya sebagai alat produksi tanpa memandang buruh, dari sisi nilai fitrah kemanusiaannya, secara normatif dan perundang-undangan yang berlaku, maka mogok kerja yang sesuai prosedur dan jalur hukum yang berlaku, merupakan alternatif perlawan dan perjuangan buruh untuk mendapatkan haknya secara normatif. Maka mogok kerjapun sah dilakukan asalkan tetap mengacu nilai etika dan peraturan perundang-undangan. Sebagai bahan renungan kita, kaum buruh maka hendaknya mengetahui hak dan kewajibannya sebagai buruh yang telah di atur dalam undang-undang ketenaga kerjaan di republik ini. Kita adalah bangsa merdeka secara yuridis, tapi di lapangan secara ril, ternyata penjajahan itu masih ada. Dalam dunia perburuhan khususnya, dapat kita cermati bagaimana sebuah perusahan mengekplorasi tenaga kaum buruh dengan mengabaikan hak-hak normatifnya. Misal pembayaran gaji, pembayaran lemburan, dan tunjangan-tunjangan lainya, yang tidak sesuai ketentuan undang-undang ketenagakerjaan, pemasungan hak – hak azasi buruh sebagai manusia merdeka, seperti tekanan dan intimidasi terhadap buruh yang bergabung dengan serikat buruh tertentu. Inilah penomena penjajahan dan penindasan yang harus dilawan. Disinilah perlunya serikat buruh yang benar- benar memihak kaum buruh di bentuk, sebagai wadah kaum buruh menyalurkan aspirasinya. Yang menjadi wadah pemersatu kaum buruh, sebagai wadah yang mencerdaskan dan memahamkan kaum buruh tentang hak dan kewajibannya yang tertuang dalam aturan ketenaga kerjaan, serikat buruh yang memperjuangkan hak-hak buruh. Bukan sebuah serikat buruh yang mengebiri hak-hak buruh, bukan serikat buruh yang membohongi kaum buruh, bukan serikat buruh yang mendukung kecurangan, kebohongan, dan keculasan para penjilat yang makan keringat buruh maka tinggalkanlah serikat buruh yang menyumbat aspirasi kaum buruh, bergabunglah dengan serikat buruh yg berdiri di pihak kaum buruh. Salam buruh.

One response to “KAUM BURUH BUTUH SERIKAT BURUH YANG MEMIHAK BURUH

  1. Bagaimana nasib generasi penerus senior2 kaum buruh?hingga saat ini banyak buruh kontrak yang sebagian besar masa depanny tak jelas sampai kapan….. Putus nyambung-ptus nyambung.seiring perjalanan waktu,umur semakin tua,smakin susah pula mncari pekerjaan(mencari uang yang halal)pengangguran berkeliaran di mna-2,meminta belas kasihan dari orang-2 yang berkuasa.. Adakah pihak-2 yang bertanggung jawab dlam msalah ini?jalan-2 di stiap kawasan industri,dari pt 1 ke pt lainnya,bagaikan pengemis yang berjuang karena lapar.sampai kapan smua ini terjadi…. Kepada yang terhormat bapak/ibu HRD,… Kapan kami di berikan kesempatan untuk bekerja di perusahaan yang anda pimpin?kami tlah lelah menghadapi smua ini… ”Dari kami,kaum pengangguran.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s