REFLEKSI PERJUANGAN KAUM BURUH

Perjuangan itu memang penuh rintangan. Perjuangan itu memang butuh pengorbanan, suka dan duka mewarnai setiap langkah kita. Badai, ombak dan gelombang pasti menghadang, sebagai batu ujian, kita sadar dan paham bahwa perjuangan itu butuh konsìstensi yang kokoh dan kuat, serta prinsip dan keyakinan yang teguh, tak goyah karena ujian tak goyang karena berbagai rintangan. Pantang mundur dan menyerah maju terus menyongsong fajar kemenangan. Perjuangan itu hanya akan dimenangkan oleh mereka orang – orang yang bermental baja yang siap dibenturkan dengan kondisi apapun. Perjuangan itu hanya akan dimenangkan oleh mereka orang-orang yang berpikir cerdas dan memiliki cara pandang kedepan yang lebih maju. Dalam sejarah republik ini, kemerdekaan diraih oleh mereka para pejuang yang rela berkorban jiwa dan raganya, satu visi, satu cita-cita, satu harapan, satu pemikiran, satu cara pandang kedepan. bukan oleh mereka para pengecut, munapik bermuka dua, terbuai mimpi-mimpi indah perubahan tanpa usaha, cukup nerimo dan pasrah dengan keadaan. Kalau takut berkorban jangan mimpi perubahan. Kalau takut mati jangan harapkan kemerdekaan, jadilah budak pecundang yang hidup terjajah, tertindas, cukuplah rasa sabar dan rasa syukur sebagai pijakan hidup tanpa usaha menuju perbaikan. Indonesia merdeka karena kegigihan , keteguhan, konsistensi pada prinsif dan berpegang pada keyakinan bahwa kemerdekaan pasti akan dapat di raih, tentu dengan tidak meninggalkan upaya kerja keras dan usaha menjalin persatuan . Berdiri rapi dalam satu barisan dengan satu komando perjuangan. Diiringi munajat dan doa kepada yang maha kuasa sang pencipta alam semesta. Karena pada hakikatnya kemenangan itu atas ijin – Nya jua. Dan bendera kemenangan itu akan berkibar di atas kebenaran. Teman, perjuangan kaum buruh itu akan berhasil manakala dilandasi kebenaran, didukung oleh konsistensi dan keyakinan kokoh, serta kesatuan pemikiran dan tindakan. Siap dengan konsekuensi pahit sekalipun yaitu PHK, kalau tdk siap dengan kenyataan itu, jadilah buruh yang manut. Yang penting tidak kelaparan, tidak mimpi tentang masa depan anak – anak kita, trima apa adanya, nyari kerjaan itu susah. Sekali lagi yang penting bisa makan. Kalau bangsa indonesia rakyatnya memiliki pemikiran seperti itu, maka kaum buruh indonesia jadilah kaum buruh sejati yang terisolasi dari peradaban jaman. Tidak ada gunanya aturan dan perundang-undangan ketenagakerjaan. Salam kaum buruh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s