KEDHALIMAN

Alloh berfirman dalam Hadits Qudsi : Alloh swt. mewahyukan kepada Nabi Daud a.s. :“Katakanlah kepada orang-orang yang berbuat kedhaliman. Janganlah kalian berdzikir kepada-Ku { kecuali setelah bertaubat atau dalam usaha bertaubat } karena Aku slalu memperhatikan orang-orang yg berdzikir kepada-Ku. Tetapi perhatian-Ku terhadap orang {yg berbuat kedhaliman } berupa la’nat kepada mereka”.HQR. Hakim.

Asal ma’na kedhaliman adalah aniaya dan melampaui batas yg telah ditentukan. Arti dhalim menurut ahli bahasa dan kebanyakan ulama adalah :“Meletakan sesuatu bukan pada tempat yg semestinya baik mengurangi, menambah atau mengubah waktu, tempat atau letaknya”.Oleh karena itu kata kedhaliman diartikan sebagai penyimpangan dari ketentuan, hukum, peraturan atau syariat, baik besar ataupun kecil.

Sebagian Hukama membagi kedhaliman menjadi 3 macam:
a. Kedhaliman manusia terhadap Allah swt.
Kedhaliman terbesar dari jenis ini ialah kufur, syirik, nifak. Firman Alloh Q.S. Al-Lukman : 13 “Sesungguhnya menyekutukan Alloh { syirik } itu termasuk kedhaliman yg besar.

b. Kedhaliman manusia dengan sesamanya, yaitu berbuat sesuatu yg menyebabkan orang lain rugi karena perbuatannya, seperti melanggar janji, takabur, membuat kecurangan dsb.
c. Kedhaliman terhadap dirinya sendiri, seperti berbuat ma’shiat dan kedurhakaan, seperti berzina, minum-minuman keras dll.

Tiga macam kedhaliman itu, pada hakikatnya bertitik tolak pada satu, kedhaliman terhadap diri sendiri.

Akhirnya marilah kita berusaha dan memohon kepada Alloh supaya kita terhindar dari berbuat dhalim.