KAUM BURUH SEBAGAI MANUSIA-MANUSIA MESIN INDUSTRI

Ketika peradaban manusia memasuki zaman perubahan yg sangat drastis sebagai akibat repolusi industri seperti penemuan-penemuan mesin-mesìn industri, sebuah kekuatan besar kekuatan materialisme bangkit membentuk sebuah masyarakat baru yg berbeda dg masyarakat masa sebelumnya, yaitu masyarakat industri. Industrialisasi, yg berpangkal pada para pemodal para pemilik mesin-mesin industri, memberikan pengaruh yg amat besar terhadap pola kehidupan masyarakat dg berbagai dampaknya.

Industrialisasi merupakan kegiatan memproduksi suatu barang yg terorganisasi didukung ilmu, teknologi, dan modal serta tenaga para buruh yg mewujud sebagai manusia-manusia industri. Ilmu merupakan gagasan dan experimen, teknologi adalah perwujudan ilmu, sekaligus alat industri, dan kaum buruh sebagai penggerak, pengendali alat industri tersebut, atau sebaliknya buruh sebagai manusia-manusia industri yg dikendalikan mesin, ironis memang. Sedang modal adalah pemutar roda industri.

Pada umumnya, industri memiliki empat ciri nilai. Pertama industri slalu berorientasi pada keuntungan material. Kedua industri mensyarakatkan efisiensi kerja. Ketiga teknologi sebagai penunjang proses produksi, dan kaum buruh sebagai pelayan untuk menjalankan perangkat tehnologi tersebut.

Maka orientasi produksi pada keuntungan material, adanya proses efisiensi, ini merupakan celah bagi para pengusaha kapitalis untuk menjadikan kaum buruh tertindas, dengan management timpang penjajahan, perbudakan menjadikan kaum buruh sebagai mesin industri, yg dituntut untuk dapat menghasilkan produksi secara optimal baik secara qualitas maupun quantitas, dengan tanpa mengindahan sisi kaum buruh dari nilai fitrah kemanusiaannya.

Penomena semacam inilah yang menjadikan kaum buruh sebagai kaum tertindas, objek perahan. Buruh ditipu, dikibuli, dibohongi dg sistem management yg mengkebiri hak-hak kaum buruh.

Industrialisasi juga berdampak pada hilangnya dimensi kemanusian kaum buruh, dan kaum buruh berubah menjadi manusia manusia mesin industri.

Manusia mesin industri hanya memiliki dua arah dalam kehidupannya, pertama ia hanya tahu bagaimana harus bekerja melaksanakan tugasnya, yg kedua bagaimana ia memanpaatkan hasil jerih payahnya guna memuaskan kebutuhannya tanpa mau tahu kebutuhan orang lain, empati sosialnya berkurang.

Perlu pemahaman dan penyadaran, kita semua kaum buruh adalah manusia, bukan robot bernyawa. Salam kaum buruh.