KONTEMPLASI MENGAPA TERJADI“MOGOK KERJA BURUH PT.SULINDAFIN”

Kontemplasi atau sebuah perenungan tentang hakikat sebuah peristiwa, ini sangatlah diperlukan agar kita, tidak tersungkur dalam lumpur kehancuran, agar kita tidak terkapar dalam hamparan penyesalan.

Beribu-ribu kata penyesalan, takkan mampu mengembalikan sesuatu yg telah pecah berkeping. Beribu-ribu kata permohonan takkan mampu
mengembalikan sesuatu yg telah berlalu di hempas sang waktu.

Belum terlambat untuk kita semua {kaum buruh, serikat pekerja atau buruh dan orang-orang pihak management} merenungkan tentang sikap, prilaku, tindakan ataupun kebijakan yg bermuara pada satu nilai kehidupan, dimana kebenaran dan keadilan menjadi sebuah tumpuan, menjadi sebuah standarisasi nilai yg hakiki tentang hidup dan kehidupan.

Dimana letak keadilan itu?memang, keadilan itu relatif sesuai dari sudut mana kita memandang.Tapi kita sepakati bersama bahwa keadilan itu segala sesuatu yg diposisikan sesuai aturannya.

Dalam ilmu fisika kita mengenal sebuah teori, bahwa ada aksi pasti ada reaksi. Ketika kita menginginkan sebuah hasil REAKSI yg baik, maka hendaklah
kita melakukan AKSI yg baik pula.

Kita kembali kepada kontemplasi / perenungan. Seandainya pihak management bersikap adil dan bijak terhadap para buruhnya, yaitu menghargai keberadaan mereka kaum buruh akan hak-haknya, maka sebenarnya DEMO / MOGOK KERJA tidak perlu terjadi.

Kita plashback ke belakang, persoalan apa sich sebenarnya yg menyebabkan buruh mengadakan aksi mogok kerja, tidak lain adalah karena sikap pihak management yg berbuat tidak adil, yaitu melanggar UU Ketenagakerjaan tentang kebebasan berserikat, pihak management mengkebiri hak-hak buruh, dengan melakukan penekanan, penskorsingan / pengrumahan terhadap para buruh yg menyatakan diri telah bergabung dengan sebuah serikat baru. Maka akibat aksi negatif pihak management terjadilah reaksi negatif kaum buruh yaitu mogok kerja.

Sebenarnya kaum buruhpun tidak ingin melakukan mogok kerja, kaum buruh ingin dan mendambakan situasi dan kondisi kerja yg nyaman dan kondusif, sehingga bekerja itu dapat memberikan nilai kehidupan yg penuh arti, bagi anak-2 kami
Sebuah kontemplasi diri yg mesti diresapi. Kami kaum buruh butuh kerja, dan masih ingin kerja. Tetapi Negri ini Negri merdeka. Kami tak ingin terjajah di Negri sendiri.

Pungsi dari Undang-Undang Ketenagakerjaan adalah untuk menciptakan keteraturan dan keharmonisan hubungan industrial. Kalau Hukum sudah berjalan, kaum buruhpun menerimanya

One response to “KONTEMPLASI MENGAPA TERJADI“MOGOK KERJA BURUH PT.SULINDAFIN”

  1. Menurut saya..pt.sulindafin sdh trllu bijaksana untuk memenuhi fasilitas karyawannya..ttp apa kryawannya sdh ckp bijaksana untuk mmberikn yg trbaik tuk PT?contohnya:ms bnyk krywn yg tidur pd saat krja shif 3..msh bnyk krywn yg mkn gaji buta..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s