POLITIK UPAH BURUH MURAH INDONESIA DAN YAHUDI

Yahudi Siap
Balkanisasi Indonesia
Shodiq Ramadhan,
Minggu, 2012-10-21
15:42:05
Dr. Ichsanuddin
Noorsy
(Pengamat Ekonomi)
Perselisihan antara
Grup Bakrie yang
dipimpin Aburizal
Bakrie sebagai
pemilik
mayoritas saham
perusahaan tambang
batubara PT Bumi
Resources melawan
pengusaha Yahudi
asal Inggris,
Nathaniel
Rothschild, sebagai
pemilik mayoritas
saham perusahaan
Bumi Plc,
menunjukkan
sesungguhnya
hubungan dagang
antara Indonesia
dengan kaum Yahudi
sudah sedemikian
mengkhawatirkannya.
Bahkan hubungan
dagang tersebut bisa
dimanfaatkan kaum
Yahudi terutama
Zionis Israel untuk
melakukan operasi
intelijen di Indonesia
sebagai negara
dengan mayoritas
umat Islam terbesar
di
dunia.
Hubungah bisnis
antara Aburizal
Bakrie
dengan Nathaniel
retak setelah
pengusaha Yahudi
yang memiliki saham
29,18 persen di PT
Bumi Resources yang
sahamnya
didominasi
Bakrie Brothers,
mencurigai PT Bumi
Resources telah
melakukan
manipulasi
aset dan keuangan
sehingga merugikan
dirinya. Sebagai
balasannya, Grup
Bakrie yang juga
memiliki saham
23,80
persen di Bumi Plc
yang didominasi
Nathaniel, bertekad
akan menarik
seluruh
sahamnya dari Bumi
Plc Karena tidak
terima, maka
pengusaha Yahudi itu
melaporkannya ke
Pengadilan Inggris
dan
sekarang kasusnya
sedang disidangkan
disana.
Berikut ini
wawancara
Suara Islam dengan
pengamat ekonomi,
Dr
Ichsanuddin Noorsy,
seputar hubungan
dagang antara
Indonesia dengan
kaum Yahudi
khususnya Zionis
Israel dan bagaimana
dampaknya bagi
masa
depan negara
kepulauan terbesar
di
dunia yang letaknya
sangat strategis
tersebut, apakah
nantinya bisa
membahayakan
eksistensi NKRI.
Sebab
hubungan dagang
hanya digunakan
sebagai kedok kaum
Zionis Israel untuk
melakukan operasi
intelijen dan
Indonesia
akan dipecah-belah
(Balkanisasi)
sehingga
terjadilah
disintegrasi
bangsa.
Meski tidak memiliki
hubungan diplomatik
secara resmi, tetapi
tampaknya
hubungan
dagang Indonesia-
Israel berjalan lancar.
Bagaimana komentar
Anda ?
Dalam kebijakan
ekonomi Indonesia
yang mengikatkan
diri
dengan ekonomi
global, yang dalam
bahasa Mafia
Berkeley adalah
terintegrasinya
perekonomian
Indonesia dengan
ekonomi
internasional, maka
transaksi ekonomi
terselubung
merupakan bagian
utuh dari
pelaksanaan
prinsip ekonomi
terbuka. Banyak
operasi intelijen
Israel
turun ke Indonesia
dalam kemasan
perdagangan.
Bahkan
dengan keterbukaan
informasi dan
penerapan prinsip
Good Corporate
Governance,
perdagangan
Indonesia-Israel
sukar
dihindari. Beberapa
pejabat politik dan
pebisnis Indonesia
bahkan terbiasa
berdialog dengan
Dubes Israel untuk
Singapura di
Singapura. Situasi
seperti ini
menunjukkan,
politisi,
birokrat dan pebisnis
Indonesia memahami
soal hubungan
diplomatik tapi lain
lagi dalam
kebijakannya.
Mengapa Israel
memandang penting
hubungannya dengan
Indonesia ?
Sejak dijajah hingga
hari ini, Indonesia
dilihat dalam tiga hal.
Yakni sumberdaya
alam melimpah yang
pantas dieksploitasi,
pasar yang
menjanjikan dan
upah
buruh murah. Bagi
Israel ada yang lebih
penting lagi,
berdagang dan
berhubungan dengan
Indonesia sama
dengan memberi
pesan kepada dunia
bahwa negeri yang
penduduknya
mayoritas muslim
berhasil
ditaklukkannya,
sebagaimana
pernyataan Jimmy
Carter setelah Pemilu
2004 saat demokrasi
liberal menang di
negeri yang
penduduknya
beragama Islam.
Berhubungan dagang
dan politik dengan
Indonesia melalui
mental terjajah pada
kebanyakan
akademisi, politisi,
birokrat, aparat
serta
LSM sangatlah
menjanjikan
keuntungan
menggiurkan. Dalam
praktek, bukan
hanya
keuntungan material
yang didapat, Israel
juga memperoleh
manfaat bahwa
sistem nilainya tegak
dan dilaksanakan di
Indonesia. Lihatlah
bagaimana
membahananya
sistem nilai
materialisme dan
individualisme serta
tidak konsistennya
umat Islam atas
ajaran Al Qur’an
dan
Al Hadist. Perhatikan
pula, betapa
renyahnya hasil
politik
adu domba dan
pecah
belah dalam lingkup
sekularisme,
individualisme,
pluralisme, dan
liberalisme. Yang
menyedihkan,
kegagalan sistem
politik, sistem
ekonomi, dan sistem
sosial serta sistem
hukum dinikmati oleh
masyarakat luas
atas
nama kebutuhan,
kemudahan, dan
kecepatan seperti
dominannya
penggunaan jalan
raya dengan sistem
dan kehendak
pribadi.
PM Israel Yitzhak
Rabin pernah
berkunjung ke
Indonesia dan
bertemu Presiden
Soeharto di
rumahnya
Jalan Cendana,
Jakarta
(15/10/1993).
Apalah itu menjadi
awal dimulainya
hubungan Indonesia-
Israel ?
Yahudi masuk ke
Indonesia di
penghujung abad 19
melalui eksplorasi
dan
bisnis minyak yang
bekerja sama
dengan
Pemerintah Hindia
Belanda. Di era
Indonesia
mempertahankan
kemerdekaan,
Yahudi
menyelusup melalui
berbagai kebijakan
dan perjanjian
internasional. Karena
Yahudi memegang
kunci bisnis di dunia,
maka Indonesia juga
harus
ditaklukkannya
melalui bisnis
minyak,
keuangan, militer
dan
media massa. Empat
hal ini digunakan
secara sinergi,
alternatif atau
kumulatif,
tergantung
pada situasi, kondisi
dan strategi yang
hendak dicapai. Di
era
Orde Baru, Yahudi
masuk melalui bisnis
pertambangan emas
dengan menentukan
bahwa investasinya
terjamin, Indonesia
tunduk pada
kehendak investor
(dengan istilah iklim
investasi yang
kondusif), dan
keuntungan bisa
dibawa berapa saja
dan kapan saja serta
cukup dengan royalti
sekadarnya 1,5
persen.
Sejak Indonesia
menerima pinjaman
luar negeri, sejak
saat
itulah cengkeraman
Yahudi menguat.
Maka saat Indonesia
bersedia
membangun
kerjasama militer,
keuangan, dan
pendidikan, Indonesia
sudah masuk dalam
perangkap alam pikir
Yahudi. Di era
reformasi, hal itu
dilakukan melalui
Letter of Intent yang
dipaksakan IMF.
Untuk
selanjutnya hingga
hari ini, Yahudi tidak
memiliki hubungan
diplomatik, tapi
secara substansi,
nilai-nilai yang
digagas Yahudi
melembaga di
Indonesia. Perhatikan
berbagai UU yang
menerapkan prinsip
hak asasi manusia
secara absolut dan
mekanisme
perdagangan bebas
serta kebebasan
berinventasi. Semua
itu menunjukkan
keberhasilan Yahudi.
Apakah hubungan
militer Indonesia-
Israel sudah terjalin
lama ?
Sejak LB Moerdani
menjadi petinggi
militer Indonesia,
hubungan
kemiliteran
Indionesia-Israel
terjalin dengan baik.
Tetapi saat Indonesia
mengirim tentara
terbaiknya untuk
belajar di West Point,
maka sejak itu
hubungan militer
Indonesia-Israel
terjalin. Mereka bisa
datang ke Indonesia
atas nama ahli
(experties)
perminyakan,
keuangan, konsultan,
bahkan sebagai
akademisi. Padahal di
balik kehadiran itu,
mereka mempunyai
misi tersendiri,
termasuk misi
militer.
Mengapa KADIN
begitu
bersemangat untuk
menjalin hubungan
dagang dengan
Israel ?
KADIN menyadari
bahwa penentu WTO,
OECD, Bank Dunia,
IMF,
BIS, APEC,
Bilderberger,
Trilateral
Commission, Council
for Foreign
Relationship adalah
Yahudi. Selain itu,
kebanyakan petinggi
KADIN sudah
menerapkan prinsip
bisnis Yahudi:
serakah.
Jadi persoalannya
hanya pada
persoalan
kulit warna dan
kebangsaan saja.
Pengusaha pribumi
nasional Nirwan D
Bakrie juga
berhubungan bisnis
dengan pengusaha
Yahudi Inggris,
Rothschild. Mengapa
hubungan keduanya
sekarang menjadi
retak ?
Hubungan mereka
retak karena Bumi
Plc
— yang sahamnya
didominasi oleh
Nathaniel Rothschild
dan mempunyai
saham 29 persen di
Bumi Resources yang
sahamnya
didominasi
Bakrie Brothers—
mencurigai Bumi
Resources telah
melakukan
manipulasi
aset dan keuangan.
Padahal Laporan
Keuangan Bumi
Resources telah
diaudit. Menurut
Nath,
panggilan akrab
Yahudi yang dekat
dengan lingkungan
kerajaan Inggris ini,
berdasarkan
whistleblower, Bumi
Res telah melakukan
manipulasi sehingga
merugikan. Di sisi lain
Bumi Res memang
mengalami kerugian
operasi. Karena
tudingan ini, Ari
Hudaya yang duduk
dijajaran eksekutif
Bumi Plc
mengundurkan diri.
Ari
tentu saja
tersinggung dengan
tudingan itu karena
Ari Hudaya menjabat
Presiden Direktur
Bumi Resources.
Semua sister
company Bumi Res
menolak tudingan
Bumi Plc bahkan
melakukan
perlawanan. Otoritas
Bursa kemudian
menulis surat dengan
mengajukan lima
pertanyaan. Bagi
saya, keretakan itu
bersumber karena
keserakahan
masing-
masing pihak.
Apakah ini berarti
pertarungan antara
pengusaha pribumi
vs
pengusaha Yahudi ?
Ini pertarungan kaum
neoliberal, antara
neoliberal nasional
dan neoliberal
internasional. Di balik
pertarungan ini
terdapat niat Nath
menguasai Bumi Res.
Jika Bumi Res
dikuasai
Bumi Plc., maka
semua konsesi
pertambangan batu
bara dan saham-
saham di
pertambangan emas
akan dikuasai Bumi
Plc. Ini yang disebut
hostile take over,
yakni dengan
berperang atas
tuntutan penjualan
saham pada harga
tertentu dan
pergantian direksi
sehingga tujuan
pengambil alih
perusahaan tercapai.
Model ini sama
seperti
AS menuding Irak
(Saddam Hussein)
mempunyai senjata
pemusnah massal
berdasarkan laporan
intelijennya.
Faktanya
tudingan tidak
terbukti tetapi
Saddam dijatuhi
hukuman mati dan
sumberdaya minyak
Irak beralih ke
perusahaan minyak
AS. Joseph E Stiglitz
menyebutnya
sebagai
perang USD 3 Triliun
namun yang
menikmati
perusahaan-
perusahaan yang
dekat dengan
penguasa.
Bagaimana
dampaknya terhadap
Aburizal Bakrie (Ical)
jika sampai kalah
dalam sengketa
melawan Rothschild
di
Pengadilan Inggris ?
Dampaknya semua
konsesi yang dimiliki
oleh sister company
Bumi Res akan
menjadi milik Nath.
Bahkan bersamaan
dengan tudingan
manipulasi aset dan
keuangan itu,
reputasi
dan kredibilitas Ical
sudah digerogoti.
Artinya, peluang Ical
maju Capres pada
Pemilu 2014 sudah
diganggu oleh isu
manipulasi itu. Ini
yang disebut dengan
The Shock Doctrine
oleh Naomi Klein,
atau
Silent Take Over oleh
Noreena Hertz, atau
Hiden Agenda-nya
Joseph E Stiglitz.
Jika
Bumi Res kalah
melawan Bumi Plc.,
maka seluruh
pertambangan
Indonesia beralih ke
tangan asing.
Ical sebagai pemilik
perusahaan batubara
Bumi Plc dan Bumi
Resource, apakah
kedua perusahaan
itu
bisa dikuasai
Rothschild ?
Bumi Plc kini tetap
dikuasai Nathaniel
Rotschild. Jika
paksaan Nath pada
Bumi Res agar Bakrie
Brothers menjual
kepemilikan
sahamnya di Bumi
Res
kepada Bumi Plc.,
maka Nath akan
menguasai Kaltim
Prima Coal (KPC),
Arutmin, Berau, dan
beberapa konsesi
pertambangan batu
bara lain. Padahal
Bumi Res adalah
salah
satu pemegang
konsesi batu baru
terbesar di Indonesia.
Dengan demikian
dapat dipastikan
Nath
akan menjadi
penguasa batu bara
di
Indonesia kalau
Nirwan dan kawan-
kawan kalah
menghadapi modus
operandi “senjata
pemusnah massal
Irak”.
Ditengarai Ical
memiliki banyak
hutang. Bagaimana
jika gagal
merestrukturisasi
hutang-hutangnya,
apakah bisa
bangkrut ?
Nathaniel Rotschild
memang pernah
bertanya tentang
penempatan dana
Bumi Res di sejumlah
pihak yang terafiliasi,
yakni Recapital, Bukit
Mutiara, dan
Chateau,
senilai kurang lebih
US
$ 867 juta. Nath
menghendaki
penempatan dana
investasi itu
dicairkan
untuk mengurangi
beban utang Bumi
Res.
Menurut media di
Jakarta, utang
rupiah
10 perusahaan grup
Bakrie hingga kuartal
I-2012 mencapai Rp
21,4 triliun dengan
utang jatuh tempo
pada tahun ini
sebesar
Rp 7,1 triliun.
Sementara utang
dalam dollar AS
mencapai US$5,7
miliar dan jatuh
tempo tahun ini
sebesar US$ 275 juta.
Menurut laporan
keuangan kuartal
I-2012, ada tiga
perusahaan Bakrie
dengan utang
terbesar, yakni
Bakrie
and Brothers Tbk
(BNBR) dengan total
utang Rp 8,6 triliun
dan total jatuh
tempo
2012 Rp 2,3 triliun. PT
Bumi Resources Tbk
(BUMI) tercatat
berutang US$ 3,69
miliar dengan total
jatuh tempo pada
2012 US$ 62 juta. PT
Bumi Resources
Mineral Tbk (BRMS)
berutang US$ 295
juta
dengan total jatuh
tempo US$ 12 juta.
Pertanyaannya,
bagaimana Bakrie
bisa
membuat utang
seperti itu ? Tentu
saja para kreditor
melihat aset Bakrie,
dalam hal ini konsesi
batu bara dan saham
pada perusahaan
pertambangan emas
Freeport dan
Newmount Nusa
Tenggara. Dalam
bahasa yang lain,
utang jangka
panjang
Bakrie bisa
diselesaikan dengan
penjualan aset. Lalu
bagaimana dengan
penyelesaian utang
jangka pendek di
tengah harga batu
bara sedang merosot
dan musim hujan
segera tiba sehingga
mengganggu
produksi ? Direksi
Bumi Res menjawab,
“kami akan
meningkatkan
produksi dan
memenuhi komitmen
kontrak.”
Jika Ical sampai
bangkrut, bagaimana
dampaknya dengan
pencalonannya
sebagai Capres 2014
dari Partai Golkar ?
Entah dengan
maksud
menggerus reputasi
dan kredibilitas Ical
atau tidak,
keputusan
Bumi Plc., untuk
melakukan
investigasi
atas manipulasi aset
dan keuangan
memberi dampak
negatif terhadap Ical.
Memang kelompok
usaha Bakrie sendiri
mempunyai
kelemahan, antara
lain: (1) gagal
membangun
kebanggaan
korporasi
pada jajaran staf dan
karyawannya
sebagai
bukti korporasi gagal
membangun
corporate dignity, (2)
korporasi bergerak
dengan basis
matematis akuntansi
sehingga memberi
pesan dan kesan
sebagai mesin
pencipta keuntungan
dan akumulasi modal
bagi pertumbuhan
usaha kelompok
Bakrie, (3)
pertumbuhan usaha
hingga mencapai
skala ekonomi yang
besar tidak diikuti
dengan perbaikan
sistem yang
berkelanjutan, (4)
Gaji
yang marjinal di
kalangan karyawan
menengah bawah
tidak sejalan dengan
meroketnya aset
perusahaan dan debt
equity ratio, (5) Ical
sendiri memberi
kesan angkuh,
terutama saat ia
menjadi Menko
Perekonomian yang
menyatakan,
“jangan membeli
gas
jika tidak
mampu.” (6)
akumulasi
kelemahan-
kelemahan itu
berwujud menjadi
kegagalan
perusahaan
membangun
keyakinan bahwa
kelompok usaha
Bakrie adalah aset
ekonomi nasional, (7)
dalam posisi Ical
sebagai Ketua Umum
Partai Golkar,
acapkali
terkesan kurang
mampu mendengar
dan malah
mempertegas konflik
peranan dan
sayangnya konflik
peranan ini gagal
diselesaikan oleh unit
usaha Bakrie yang
lain, walaupun
sebenarnya hal itu
mampu
dilaksanakan.
Pengusaha Yahudi
AS,
George Soros
berhasil
mengguncang
ekonomi Asia
sehingga Indonesia
terkena dampak
badai
krisis ekonomi
(1998).
Menurut prediksi
anda, apakah itu
akan
diulanginya lagi
tahun
2013 ?
Krisis di Indonesia,
seperti analisis saya
sejak SBY berkuasa,
bermula karena
penerapan kebijakan
neoliberal yang
makin
mendalam.
Sementara penelitian
yang dilakukan di
empat negara
membuktikan,
kebijakan neoliberal
akan berdampak
pada
konflik sosial dan
melahirkan
ketimpangan
sturktural yang
mendalam. Dalam
situasi seperti itu,
situasi 2013 akan
berbeda dengan
kondisi 1997/1998.
Menurut penilaian
Bank Dunia dan IMF,
Indonesia dipandang
sukses menjalankan
liberalisasi sektor
keuangan dengan
hasil memuaskan.
Jika Indonesia
kembali dipukul,
maka
hal itu tidak
menguntungkan
pemodal
internasional
disebabkan AS, Uni
Eropa dan sejumlah
negara industri
belum
pulih ekonominya,
bahkan melambat.
Jika 2013 terjadi
ketegangan sosial,
hal
itu disebabkan
ketimpangan yang
makin lebar dan
mendalam,
sebagaimana Joseph
E Stiglitz melukiskan
kedalaman dan
lebarnya
ketimpangan
ekonomi di AS. Inilah
yang saya sebut
bahwa menerapkan
dan konsisten
dengan
prinsip-prinsip
neoliberal sama
dengan menyulut
sumbu keresahan
sosial ekonomi dan
politik. Persoalannya
kapan keresahan itu
akan meledak,
tergantung pada
kepekaan sosial
ekonomi dan politik
para petinggi negeri
ini.
Bank Dunia
menyadari
hal ini sehingga
memberi pinjaman
kepada Indonesia
untuk Program
Keluarga Harapan
dan
berbagai program
lain
untuk mengurangi
kemiskinan.
Bayangkan hasilnya
dengan merujuk
anjuran dan desakan
Bank Dunia sendiri.
Yakni Indonesia akan
makin dalam
terperangkap ke
jurang neoliberal,
terpenjara pada
kemiskinan
martabat,
dan selalu mengidap
penyakit kekerasan
simbolik (symbolic
torture) seperti
dibuktikan pada
gagalnya sistem
pendidikan nasional.
Indonesia akan
kembali “dipukul”
oleh Yahudi dan
kawan-kawannya
jika
petinggi Indonesia
mulai menunjukkan
harkat martabatnya.
Dan merujuk pada
sejumlah perjanjian
internasional dan
bilateral yang dibuat
di era SBY, maka
pada
2014 nanti yang akan
menang kembali
kelompok neoliberal.
Bagaimana
bahayanya jika
pengusaha Yahudi
dengan dukungan
politik dari Israel dan
AS, sampai berhasil
menguasai politik
dan
ekonomi Indonesia
sebagai negara
muslim terbesar di
dunia ?
Indonesia akan di-
Semenanjung
Balkan-
kan (disintegrasi)
atau
diskenariokan
seperti
negara boneka.
Merdeka secara
politik, tapi terjajah
secara ekonomi dan
sosial. Inilah yang
saya sebut sebagai
beramanat tapi
berhianat,
berpangkat
tapi tidak terhormat,
menjabat tapi tidak
bermartabat.

One response to “POLITIK UPAH BURUH MURAH INDONESIA DAN YAHUDI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s